Friday, March 19, 2010

Robert Pattinson Dalam “Remember Me”






Bagi anda penggemar Film Twilight dan New Moon The Twilight Saga pasti gak asing lagi dengan nama dan wajah dari Robert Pattinson. Aktor ganteng ini kini tengah membintangi Film terbarunya yang berjudul : REMEMBER ME.




Berbeda dengan Film-film sebelumnya, kali ini Robert Pattinson bukan berperan menjadi remaja manis nan romantis, tapi sebagai Tyler Hawkins, seorang remaja pemberontak yang harus berkali-kali berurusan dengan Polisi. Robert Pattinson dalam film ini bermain dengan aktris Emilie De Ravin yang berperan sebagai Ally Craig dan Aktor Senior Pierce Brosnan sebagai Charles Hawkins sang Ayah dari Tyler Hawkins.






Di kisahkan seorang remaja bernama Tyler Hawkins (Robert Pattinson) yang menjadi Brutal semenjak kematian adiknya Charoline (Ruby Jerins) akibat bunuh diri. Tyler menyalahkan sang ayah, Charles Hawkins sebagai kematian adiknya akibat kata-katanya yang menyebutkan "All of his children will someday hang themselves."

Bersama sahabatnya Aidan (Tate Ellington), Tyler selalu berbuat kerusuhan yang membuatnya berurusan dengan polisi terutama Polisi yang bernama Neil Craig (Chris Cooper). Tapi sayangnya Tyler malahan jatuh cinta pada putri Neil Craig, Ally Craig (Emilie de Ravin) seorang mahasiswa mahasiswa NYU yang juga saksi atas pembunuhan ibunya sepuluh tahun silam. Di akhir cerita, dikisahkan akhirnya Tyler berdamai dengan ayahnya Charles Hawkins.






Menurut Para Kritikus, film ini cukup bagus, kerena memancarkan seni acting yang alami dari Robert Pattinson. Dari alur ceritapun cukup bermutu, meski kadang terkesan agak cengeng. Namun yang patut diacungi jempol, bahwa Film ini juga masuk Box Office di Amerika Serikat.





read more "Robert Pattinson Dalam “Remember Me”"

Monday, March 15, 2010

Five Minutes ; Berawal Dari Band Bersarung


Sebenernya saya bukanlah seorang Fiver (Fans Berat Five Minutes) sejati. Tapi karena saya fans berat Vocalist Band yang digawangi Ricky Tjahyadi ini yaitu Richie Setiawan atau yang lebih akrab saya panggil Aa’ Richie (halah….sok akrab deh) maka gak ada salahnya saya buat postingan tentang Five Minutes ini.

Saya inget, sewaktu kecil dulu…

Ada sebuah Band yang personilnya mirip orang lagi sunatan. Pake sarung semua. Lagunya bagus dan keren. Yang paling saya tahu lagunya adalah “ Selamat Tinggal”. Tapi karena kostumnya lebih mirip orang kondangan itu, maka Band Five Minutes menjadi Band yang Unik. Apalagi masa itu belum banyak Band yang bermunculan seperti menjamurnya Band sekarang ini.

Tapi lama banget Band ini Vacum, sementara banyak Band-Band baru bermunculan bak jamur di musim hujan. Kepopuleran Five Minutes kian lama kian meredup.

Hingga akhirnya pada tahun 2007 dengan album Rockmantic, Five Minutes kembali muncul dengan formasi Baru yaitu : Richie (vokal), Roelhilman (gitar), dan Aria Yudhistira (drum) menggantikan Sanny sang vokalis dan Sonny (gitaris) mengundurkan diri. Hingga terbentuklah Formasi yang sampai sekarang tetap solid Five Minutes digawangi oleh Ricky Tjahyadi (keyboard), Richie Setiawan (vokal), Drie Warnanta (bass), Roelhilman (gitar), dan Aria Yudhistira (drum).



Meski kemunculan Five Minutes kali ini tanpa bersarung lagi, ternyata penggemar lama Five Minutes tetap setia menunggu lagu-lagu terbarunya.

Lagi yang paling saya suka dari Five Minutes tuh, Semakin Ku Kejar Semakin Kau Jauh. Syairnya keren, dan walaupun lagu tentang cinta yang tak sampai sama sekali tak berkesan cengeng. Tapi yang paling saya suka lagi adalah karena yang nyanyi pacar saya tercinta : Aa’ Richie nan ganteng sekaleee…

Berikut ini diskrogafi Five Minutes :
• Five Minutes (1996)
• Five Minutes 2 (1997)
• Ouw! (2002)
• Sekat (2003)
• The Best +5 (2004)
• Rockmantic (2007)
• Rockmantic (Repackaged) (2008)
• Semua Ini Sendiri (2009)

Dan semoga saja, buat The Fivers, kehadiran formasi baru Five Minutes ini akan menjadikan Blantika Musik Indonesia menjadi semakin Berjaya di Negeri Sendiri..





read more "Five Minutes ; Berawal Dari Band Bersarung"

Wednesday, February 10, 2010

Kala Idealisme mulai terdesak selera Pasar

Kalo berbicara masalah musik anak Negeri, kita patut berbangga, karena musik Indonesia kini telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Tengok saja, kini betapa menjamurnya acara di televisi yang semuanya membahas tentang musik dan tak ada satupun yang membahas mengenai musik manca Negara (kecuali MTV tentunya, itupun juga sangat jarang).


Mulai dari acara Dahsyat di RCTI, Play List, InBox, Hip Hip Hura di SCTV, Derings di Trans TV, On the Spot di Trans 7, Klik di ANTV, atau kuis macam Happy Song di Indosiar dan Missing Lyric di Trans TV semuanya tentang musik anak Negeri ini.


Kualitas musisi Indonesia cukup bagus, hingga mereka mampu menembus pasar manca Negara. Meski masih Berjaya sebatas Negara tetangga, Malaysia dan Singapura tapi itu menjadi bukti kalo kemampukan musisi kita baik dari segi musikalitas dan arransement patut mendapat acungan jempol.

Namun lagu-lagu yang berada dalam puncak tangga, tak semuanya menjanjikan sebuah Idealisme bermusik, kadang keinginan sebagai anak Band yang pada awalnya atas nama label Indie pada saat memasuki Industri rekaman harus mengubah Idealismenya untuk mengikuti selera pasar, alasannya demi Exist- nya sebuah Band.

Mereka yang tetap pada Idealisme, akhirnya mulai melirik dan dilirik produser luar negeri. Salut buat mereka, karena masih mempertahankan Idealismenya tanpa takut kehilangan popularitas. Nama mereka cukup dikenal di kalangan penggemar tertentu, dan tentunya meski tampil di publik asing, mereka membawa nama Indonesia…...Bangga dong!!



Kalo ngedengerin lagu-lagunya Maliq & d'essential Band, wow…dahsyat abis, betapa tidak, hampir semua lagunya dikemas secara menarik. Apalagi dalam albumnya Mata-Hati-Telinga..Maliq & d’essential emang keren banget. Yang paling saya suka lagu “Coba Katakan”. Meski lagunya sebenernya mengandung kepiluan dua insan tapi tak mendayu-dayu dan sama sekali tak berkesan cengeng.

Coba Katakan
Song by : Maliq & d’essential

Coba coba katakan kepadaku
bahwa kita sedang berjalan menuju satu alasan
Janganlah kau katakan bila kita memang

tak ada tujuan dari apa yang dijalankan


Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan

Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa

Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti

Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini


Coba coba katakan kepadaku sekali lagi

bila kita memang benar akan kesana

Buktikan dan buat aku percaya
bahwa kita bisa mewujudkan bahagia

Ohh.. Oh.. Habis sudah semua rangkai kata

Telah terungkap semua yang ku rasa

Yang kuingin akhir yang bahagia

Yang ku inginkan satu tujuan

Sebuah kenyataan bukan impian

Bukan harapan bukan alasan

Satu kepastian


Coba katakan

Coba katakan

Coba katakan

Coba katakan



Band super keren yang digawangi oleh sepasang kekasih Endah n Rhesa. Nama Bandnya juga sama : Endah n’ Rhesa, semua lagunya berbahasa Inggris, karakteristik vocal Endah begitu Unique. Mirip vokalis-vokalis band manca Negara yang sangat unik.

Patut diacungi jempol, karena usaha keras mereka mempromosikan lagu-lagunya hanya lewat teman dan jejaring social. Meski begitu, jangan salah, penggemar mereka bejibun lho!! Tembangnya cukup asyik juga kaya I Don't Remember, Baby it's you, Uncle Jim, When You Love Someone dan Remember Me dikemas dalam satu album



Gaya Vintage Mocca, membuatnya seolah menjadi Band yang mengusung aliran music tersendiri, beberapa lagunya yang popular, melejit lewat OST film-film Indonesia. Terakhir, mereka mengisi soundtrack Film Catatan Anak Sekolah. Saya Moccalover, dan yang paling saya suka lagu : I Remember



White Shoes and the Couple Company, merupakan salah satu Band Indie yang dicium oleh para penggemar musik indie lewat internet. Mereka menjadi salah satu pengisi acara di SXSW (Festival Musik terbesar di Texas, USA) memulai debut albumnya yang dirilis oleh Aksara Records di Indonesia, Juga telah dirilis oleh Minty Fresh Records di Amerika pada tahun 2007. Terakhir, dalam bentuk EP (mini-album) "Skenario Masa Muda", dirilis tahun 2008..



Kalo ada yang bilang, Efek Rumah Kaca itu adalah Band yang gak mutu, sini saya bawain golok. Slank yang segitu cueknya aja, bisa mengagumi Band keren ini. Lagunya gak banyak yang dikenal, tapi sekali denger, pasti jatuh cinta. Keren banget sih. Idealisme yang patut diacungi jempol. Bukan hanya musisi senior aja yang ngefans abis sama nih Band, tapi para ABG juga banyak yang gandrung (termasuk saya he..he)

Di Udara

Song by : Efek Rumah Kaca


Aku sering diancam
juga teror mencekam
Kerap ku disingkirkan
sampai dimana kapan

Ku bisa tenggelam di lautan

Aku bisa diracun di udara

Aku bisa terbunuh di trotoar jalan

Tapi aku tak pernah mati

Tak akan berhenti

Aku sering diancam
juga teror mencekam
Ku bisa dibuat menderita

Aku bisa dibuat tak bernyawa
di kursi-listrikkan ataupun ditikam

Tapi aku tak pernah mati

Tak akan berhenti

Tapi aku tak pernah mati

Tak akan berhenti

Ku bisa dibuat menderita

Aku bisa dibuat tak bernyawa
di kursi-listrikkan ataupun ditikam
Ku bisa tenggelam di lautan

Aku bisa diracun di udara

Aku bisa terbunuh di trotoar jalan

Tapi aku tak pernah mati

Tak akan berhenti



Satu lagi deng.... The S.I.G.I.T.

Saya kenal lagu-lagunya dari seseorang yang hobby banget muter musiknya. Pertama denger, gak familiar banget, tapi lama-lama saya suka juga.
Meski awalnya sukanya karena suka sama seseorang yang hobby dengerin The S.I.G.I.T tapi akhirnya saya jatuh cinta juga sama This Band. Apalagi personilnya unik (baca :dandanan nyentrik) membuat kesannya jadi Band yang berani tampil beda.

Yeah, meski selera pasar di Indonesia belum terlalu menerima Band-band ini, tapi semoga Idealisme mereka tetap bisa dipertahankan



read more "Kala Idealisme mulai terdesak selera Pasar"

Sunday, February 07, 2010

Naluri Lelaki


Coba dengarin sekali lagi lagu ini :

Benar ku mencintaimu
Tapi tak begini
Kau khianati hati ini

Kau curangi aku…


Dan lagu ini :

Aku adalah lelaki yang tak pernah lelah mencari wanita
Aku adalah lelaki yang selalu gundah menuggu wanitaku

Aku adalah lelaki yang pantang menyerah memikat wanita

Aku adalah lelaki yang selalu ingin dibuai wanitaku


Kedua lagi itu sama-sama dinyanyikan oleh lelaki dan menceritakan tentang lelaki hanya perbedaannya lagu yang pertama menceritakan kesedihan dan kegundahan sedang lagu kedua bercerita tentang keperkasaan dan arogansi lelaki.

Buat saya, meski kesannya arogan dan menyebalkan, saya lebih cenderung suka dengan lagu Naluri Lelaki tersebut. Dan sebagai wanita, saya akan lebih jatuh cinta kepada lelaki yang memburu cinta wanita dengan naluri laki-laki.

Saya gak suka laki-laki dengan kualitas menye-menye seperti lagu itu. Baru ditinggal pacar atau dikhianati istri sudah menangis gulung-gulung.

Malu ateuh! Menangis mah boleh aja, tapi engga musti kesannya menye-menye kan?

Saya juga engga suka tuh ketika lelaki mengumbar aib mantannya di infotainment, gara-gara sakit hati. Padahal mantannya itu juga ibu dari anak-anaknya yang telah puluhan tahun menemaninya dan memberi andil besar dalam memberi nafkah keluarga…

Buat para lelaki.....

Rasanya engga penting banget bila masih mengurusi mantannya di kala hubungan ikatan sudah tak ada lagi, memberi pendapat, memberi masukan, melarang anak-anaknya ketemu ibu kandungnya hanya untuk memuaskan egonya.


Apa gak inget apa dulu-dulunya kaya apa?

Mengumbar kemesraan di depan umum, trus udah cerai fotonya diapus-apusin semua, dijelek-jelekin di depan umum. Mirip ABG yang putus cinta di Facebook aja….^0^

Kalo masih cinta, bilang aja napa?

Plis dweh!!!!








read more "Naluri Lelaki"
 

Pencil Colour Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template and web hosting