Monday, March 15, 2010

Five Minutes ; Berawal Dari Band Bersarung


Sebenernya saya bukanlah seorang Fiver (Fans Berat Five Minutes) sejati. Tapi karena saya fans berat Vocalist Band yang digawangi Ricky Tjahyadi ini yaitu Richie Setiawan atau yang lebih akrab saya panggil Aa’ Richie (halah….sok akrab deh) maka gak ada salahnya saya buat postingan tentang Five Minutes ini.

Saya inget, sewaktu kecil dulu…

Ada sebuah Band yang personilnya mirip orang lagi sunatan. Pake sarung semua. Lagunya bagus dan keren. Yang paling saya tahu lagunya adalah “ Selamat Tinggal”. Tapi karena kostumnya lebih mirip orang kondangan itu, maka Band Five Minutes menjadi Band yang Unik. Apalagi masa itu belum banyak Band yang bermunculan seperti menjamurnya Band sekarang ini.

Tapi lama banget Band ini Vacum, sementara banyak Band-Band baru bermunculan bak jamur di musim hujan. Kepopuleran Five Minutes kian lama kian meredup.

Hingga akhirnya pada tahun 2007 dengan album Rockmantic, Five Minutes kembali muncul dengan formasi Baru yaitu : Richie (vokal), Roelhilman (gitar), dan Aria Yudhistira (drum) menggantikan Sanny sang vokalis dan Sonny (gitaris) mengundurkan diri. Hingga terbentuklah Formasi yang sampai sekarang tetap solid Five Minutes digawangi oleh Ricky Tjahyadi (keyboard), Richie Setiawan (vokal), Drie Warnanta (bass), Roelhilman (gitar), dan Aria Yudhistira (drum).



Meski kemunculan Five Minutes kali ini tanpa bersarung lagi, ternyata penggemar lama Five Minutes tetap setia menunggu lagu-lagu terbarunya.

Lagi yang paling saya suka dari Five Minutes tuh, Semakin Ku Kejar Semakin Kau Jauh. Syairnya keren, dan walaupun lagu tentang cinta yang tak sampai sama sekali tak berkesan cengeng. Tapi yang paling saya suka lagi adalah karena yang nyanyi pacar saya tercinta : Aa’ Richie nan ganteng sekaleee…

Berikut ini diskrogafi Five Minutes :
• Five Minutes (1996)
• Five Minutes 2 (1997)
• Ouw! (2002)
• Sekat (2003)
• The Best +5 (2004)
• Rockmantic (2007)
• Rockmantic (Repackaged) (2008)
• Semua Ini Sendiri (2009)

Dan semoga saja, buat The Fivers, kehadiran formasi baru Five Minutes ini akan menjadikan Blantika Musik Indonesia menjadi semakin Berjaya di Negeri Sendiri..





read more "Five Minutes ; Berawal Dari Band Bersarung"

Wednesday, February 10, 2010

Kala Idealisme mulai terdesak selera Pasar

Kalo berbicara masalah musik anak Negeri, kita patut berbangga, karena musik Indonesia kini telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Tengok saja, kini betapa menjamurnya acara di televisi yang semuanya membahas tentang musik dan tak ada satupun yang membahas mengenai musik manca Negara (kecuali MTV tentunya, itupun juga sangat jarang).


Mulai dari acara Dahsyat di RCTI, Play List, InBox, Hip Hip Hura di SCTV, Derings di Trans TV, On the Spot di Trans 7, Klik di ANTV, atau kuis macam Happy Song di Indosiar dan Missing Lyric di Trans TV semuanya tentang musik anak Negeri ini.


Kualitas musisi Indonesia cukup bagus, hingga mereka mampu menembus pasar manca Negara. Meski masih Berjaya sebatas Negara tetangga, Malaysia dan Singapura tapi itu menjadi bukti kalo kemampukan musisi kita baik dari segi musikalitas dan arransement patut mendapat acungan jempol.

Namun lagu-lagu yang berada dalam puncak tangga, tak semuanya menjanjikan sebuah Idealisme bermusik, kadang keinginan sebagai anak Band yang pada awalnya atas nama label Indie pada saat memasuki Industri rekaman harus mengubah Idealismenya untuk mengikuti selera pasar, alasannya demi Exist- nya sebuah Band.

Mereka yang tetap pada Idealisme, akhirnya mulai melirik dan dilirik produser luar negeri. Salut buat mereka, karena masih mempertahankan Idealismenya tanpa takut kehilangan popularitas. Nama mereka cukup dikenal di kalangan penggemar tertentu, dan tentunya meski tampil di publik asing, mereka membawa nama Indonesia…...Bangga dong!!



Kalo ngedengerin lagu-lagunya Maliq & d'essential Band, wow…dahsyat abis, betapa tidak, hampir semua lagunya dikemas secara menarik. Apalagi dalam albumnya Mata-Hati-Telinga..Maliq & d’essential emang keren banget. Yang paling saya suka lagu “Coba Katakan”. Meski lagunya sebenernya mengandung kepiluan dua insan tapi tak mendayu-dayu dan sama sekali tak berkesan cengeng.

Coba Katakan
Song by : Maliq & d’essential

Coba coba katakan kepadaku
bahwa kita sedang berjalan menuju satu alasan
Janganlah kau katakan bila kita memang

tak ada tujuan dari apa yang dijalankan


Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan

Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa

Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti

Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini


Coba coba katakan kepadaku sekali lagi

bila kita memang benar akan kesana

Buktikan dan buat aku percaya
bahwa kita bisa mewujudkan bahagia

Ohh.. Oh.. Habis sudah semua rangkai kata

Telah terungkap semua yang ku rasa

Yang kuingin akhir yang bahagia

Yang ku inginkan satu tujuan

Sebuah kenyataan bukan impian

Bukan harapan bukan alasan

Satu kepastian


Coba katakan

Coba katakan

Coba katakan

Coba katakan



Band super keren yang digawangi oleh sepasang kekasih Endah n Rhesa. Nama Bandnya juga sama : Endah n’ Rhesa, semua lagunya berbahasa Inggris, karakteristik vocal Endah begitu Unique. Mirip vokalis-vokalis band manca Negara yang sangat unik.

Patut diacungi jempol, karena usaha keras mereka mempromosikan lagu-lagunya hanya lewat teman dan jejaring social. Meski begitu, jangan salah, penggemar mereka bejibun lho!! Tembangnya cukup asyik juga kaya I Don't Remember, Baby it's you, Uncle Jim, When You Love Someone dan Remember Me dikemas dalam satu album



Gaya Vintage Mocca, membuatnya seolah menjadi Band yang mengusung aliran music tersendiri, beberapa lagunya yang popular, melejit lewat OST film-film Indonesia. Terakhir, mereka mengisi soundtrack Film Catatan Anak Sekolah. Saya Moccalover, dan yang paling saya suka lagu : I Remember



White Shoes and the Couple Company, merupakan salah satu Band Indie yang dicium oleh para penggemar musik indie lewat internet. Mereka menjadi salah satu pengisi acara di SXSW (Festival Musik terbesar di Texas, USA) memulai debut albumnya yang dirilis oleh Aksara Records di Indonesia, Juga telah dirilis oleh Minty Fresh Records di Amerika pada tahun 2007. Terakhir, dalam bentuk EP (mini-album) "Skenario Masa Muda", dirilis tahun 2008..



Kalo ada yang bilang, Efek Rumah Kaca itu adalah Band yang gak mutu, sini saya bawain golok. Slank yang segitu cueknya aja, bisa mengagumi Band keren ini. Lagunya gak banyak yang dikenal, tapi sekali denger, pasti jatuh cinta. Keren banget sih. Idealisme yang patut diacungi jempol. Bukan hanya musisi senior aja yang ngefans abis sama nih Band, tapi para ABG juga banyak yang gandrung (termasuk saya he..he)

Di Udara

Song by : Efek Rumah Kaca


Aku sering diancam
juga teror mencekam
Kerap ku disingkirkan
sampai dimana kapan

Ku bisa tenggelam di lautan

Aku bisa diracun di udara

Aku bisa terbunuh di trotoar jalan

Tapi aku tak pernah mati

Tak akan berhenti

Aku sering diancam
juga teror mencekam
Ku bisa dibuat menderita

Aku bisa dibuat tak bernyawa
di kursi-listrikkan ataupun ditikam

Tapi aku tak pernah mati

Tak akan berhenti

Tapi aku tak pernah mati

Tak akan berhenti

Ku bisa dibuat menderita

Aku bisa dibuat tak bernyawa
di kursi-listrikkan ataupun ditikam
Ku bisa tenggelam di lautan

Aku bisa diracun di udara

Aku bisa terbunuh di trotoar jalan

Tapi aku tak pernah mati

Tak akan berhenti



Satu lagi deng.... The S.I.G.I.T.

Saya kenal lagu-lagunya dari seseorang yang hobby banget muter musiknya. Pertama denger, gak familiar banget, tapi lama-lama saya suka juga.
Meski awalnya sukanya karena suka sama seseorang yang hobby dengerin The S.I.G.I.T tapi akhirnya saya jatuh cinta juga sama This Band. Apalagi personilnya unik (baca :dandanan nyentrik) membuat kesannya jadi Band yang berani tampil beda.

Yeah, meski selera pasar di Indonesia belum terlalu menerima Band-band ini, tapi semoga Idealisme mereka tetap bisa dipertahankan



read more "Kala Idealisme mulai terdesak selera Pasar"

Sunday, February 07, 2010

Naluri Lelaki


Coba dengarin sekali lagi lagu ini :

Benar ku mencintaimu
Tapi tak begini
Kau khianati hati ini

Kau curangi aku…


Dan lagu ini :

Aku adalah lelaki yang tak pernah lelah mencari wanita
Aku adalah lelaki yang selalu gundah menuggu wanitaku

Aku adalah lelaki yang pantang menyerah memikat wanita

Aku adalah lelaki yang selalu ingin dibuai wanitaku


Kedua lagi itu sama-sama dinyanyikan oleh lelaki dan menceritakan tentang lelaki hanya perbedaannya lagu yang pertama menceritakan kesedihan dan kegundahan sedang lagu kedua bercerita tentang keperkasaan dan arogansi lelaki.

Buat saya, meski kesannya arogan dan menyebalkan, saya lebih cenderung suka dengan lagu Naluri Lelaki tersebut. Dan sebagai wanita, saya akan lebih jatuh cinta kepada lelaki yang memburu cinta wanita dengan naluri laki-laki.

Saya gak suka laki-laki dengan kualitas menye-menye seperti lagu itu. Baru ditinggal pacar atau dikhianati istri sudah menangis gulung-gulung.

Malu ateuh! Menangis mah boleh aja, tapi engga musti kesannya menye-menye kan?

Saya juga engga suka tuh ketika lelaki mengumbar aib mantannya di infotainment, gara-gara sakit hati. Padahal mantannya itu juga ibu dari anak-anaknya yang telah puluhan tahun menemaninya dan memberi andil besar dalam memberi nafkah keluarga…

Buat para lelaki.....

Rasanya engga penting banget bila masih mengurusi mantannya di kala hubungan ikatan sudah tak ada lagi, memberi pendapat, memberi masukan, melarang anak-anaknya ketemu ibu kandungnya hanya untuk memuaskan egonya.


Apa gak inget apa dulu-dulunya kaya apa?

Mengumbar kemesraan di depan umum, trus udah cerai fotonya diapus-apusin semua, dijelek-jelekin di depan umum. Mirip ABG yang putus cinta di Facebook aja….^0^

Kalo masih cinta, bilang aja napa?

Plis dweh!!!!








read more "Naluri Lelaki"

Saturday, January 30, 2010

Para Pria Penguasa Dunia Kuliner

Duh, lama sekali diriku tak menengok blog ini. Sampe banyak sarang laba-laba, jamuran, panuan, kudisan kurapan. Maafkan diriku ya, wahai blogku tercinta. Jangan ngambek dan jangan turun Page Rank.

Ya udah, sekarang aku tak posting. Postingan ini bukan membahas tentang ayam bumbu kecap dan kelezatannya tapi membahas tentang pengolah dan penyelia kuliner di dalamnya.

Dunia ini apa sudah kebalik ya? Para wanita yang biasanya kenal banget dengan seluk beluk dapur tapi kini justru bertebaran para pria yang piawai dalam seluk beluk kuliner ini. Mereka tak hanya piawai dalam mengolah masakan saja, nyatanya mereka menangguk sukses dalam hidup mereka karena menekuni dunia kuliner ini.

Para pria ini sangat dikenal dan wajahnya tak asing lagi sebagai presenter tayangan kuliner di televisi swasta Indonesia.

1. Bondan Winarno

Siapa yang tak kenal pak Bondan ini. Pria paruh baya ini terkenal dengan istilah “Mak Nyus” yang kemudian sering diplesetkan menjadi “Mak Nyos” oleh para comedian. Pak Bondan pertama dikenal lewat acara Bango santapan nusantara di Trans TV, namun kemudian berubah menjadi wisata kuliner yang khusus membahas tempat kuliner di seluruh Indonesia dan berbagai belahan dunia lainnya.

Detail dalam mengungkapkan rasa masakan, membuat pemirsa seolah-olah tak tahan ikut menitikkan air liur melihat tayangan Wisata Kuliner yang ditayangkan Trans TV setiap hari sabtu. Pokok-e Mak Nyus tenan!








2. Rudy Choirudin

Barangkali, pria pertama yang tampil di televisi Indonesia adalah Rudy Choirudin. Sejak jaman bahuela pria berambut ikal ini telah membawakan acara masak-memasak di televisi. Pertama kali tampil, Rudy membawakan acara Santapan Nusantara di RCTI.

Spesialisasinya mengolah atau memodifikasi masakan Nusantara menjadi santapan yang layak disejajarkan dengan masakan manca Negara lainnya. Meski tingkahnya tak kemayu atau ke perempuan-perempuanan, Rudy Choirudin sangat piawai di dapur dan dari profesinya ini, ia berhasil menangguk tak sedikit rejeki.








3. Bara Patirajawane

Sebenernya pria berdarah Ambon Manado ini mengawali karirnya sebagai seorang desainer. Namun kecintaannya pada dunia kuliner membuatnya lebih memilih menekuni dunia kuliner. Tampil dalam acara Gula-gula di Trans TV setiap hari sabtu, kita akan melihat gayanya yang cukup cekatan mengolah kue atau masakan.

Meski kadang suka kuenya bantat, atau masakannya sedikit gosong, tapi penampilan Bara di TV justru sangat alami, karena seahli apapun orang bisa juga terjadi kesalahan.

Bara tampil dengan gaya cukup macho, tattoo di lengan dan piercing di telinganya. Image Chief yang harus menggunakan topi dan celemek masak sama sekali dihilangkannya



4. Haryo Pramoe

Saya sering ketawa kalo melihat Haryo Pramu masak di TV, soalnya ibu pasti berkomentar “ si Jorok lagi masak”. Secara, lelaki satu ini suka sembarangan pake tangan yang kadang engga dicuci untuk ngambil bahan masakan, padahal tangannya masih belepotan bumbu atau bahan lain.

Pembawa acara Harmoni Alam di Trans TV ini, hobby banget mengolah masakan yang super praktis yang bisa disajikan ketika sedang di alam bebas. Meski kesannya jorok. Ciri khas Haryo Pramu ini membuatnya lebih ekslusif dibandingkan Chief lainnya, tak banyak pernik menunjukkan aslinya bagaimana bila lelaki biasa di dapur meski enak hasil masakannya tapi rada “berantakan”







5. William Wongso

Pakar kuliner berdarah Mandarin ini, sudah melanglang buana puluhan tahun di dunianya. Kepiawaiannya dalam hal kuliner, membuatnya menjadi ahli dalam hal kuliner sekaligus mengantarkannya menjadi pebisnis kuliner yang sukses di negeri ini. Salah satu resto hasil karyanya yang menyajikan masakan sedikit nyeleneh bernama Mie Item terletak dikawasan kemang Jakarta.

Pembawa acara kuliner di Metro TV ini tak hanya terkenal di Indonesia saja, bahkan hingga ke Manca Negara telah mengakui ke ahlinya dalam bidang kuliner.







Saya sebenernya juga pengin kaya mereka. Bukan pengin jadi lelakinya, tapi pengin pinter masak. Bisa sih masak, cuman hasilnya gak ditanggung menimbulkan kejang-kejang atau tidaknya.



read more "Para Pria Penguasa Dunia Kuliner"
 

Pencil Colour Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template and web hosting